PENDIDIKAN

Pimpinan MPR Lestari Moerdijat: Program 'Satu Jam Berkualitas' Butuh Sinergi Semua Pihak

26 March 2026 6 Kali Dibaca 3 Menit Baca
JAKARTA, kabarberita.asia – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa kesuksesan penerapan "Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga" sangat bergantung pada dukungan penuh dan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurut sosok yang akrab disapa Rerie ini, peningkatan kapasitas orang tua dalam menerapkan pola asuh (parenting) yang tepat merupakan syarat mutlak untuk merealisasikan program inisiatif pemerintah tersebut.

"Program yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 10 Maret 2026 lalu ini adalah upaya strategis pemerintah. Tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai karakter luhur kepada generasi penerus lewat rutinitas sederhana, seperti bercerita, berdialog, dan bermain bersama anak," ungkap Rerie dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Tantangan Pola Asuh dan Tingginya Pelanggaran Hak Anak

Rerie menekankan bahwa konsistensi adalah kunci utama agar program ini bisa memberikan dampak positif yang diharapkan. Namun, ia juga menyadari bahwa tantangan di lapangan tidaklah mudah untuk diatasi.

Ia menyoroti data memprihatinkan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mencatat adanya 2.031 kasus pelanggaran hak anak sepanjang tahun 2025 lalu. Ironisnya, ayah dan ibu kandung mendominasi sebagai pelaku pelanggaran terbanyak.

Kondisi ini diperparah dengan laporan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Data tersebut menunjukkan bahwa 42,25 persen anak usia dini sudah aktif mengakses ponsel pintar dan internet, namun tingkat pendampingan dari orang tua hanya menyentuh angka 28,58 persen.

"Catatan-catatan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa masih ada kelemahan mendasar dalam pola pengasuhan di dalam lingkungan keluarga kita saat ini," tegas Rerie.

Oleh karena itu, ia mendorong agar Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga ini dapat dijalankan dengan penuh kedisiplinan dan komitmen tinggi oleh para orang tua, bukan sekadar imbauan yang dilakukan setengah-setengah.
Bagikan Artikel Ini: