Polisi Ringkus Dua WNA Liberia Pelaku Penipuan Modus 'Black Dollar' di Jakarta Barat
26 March 2026
4 Kali Dibaca
3 Menit Baca
JAKARTA, kabarberita.asia – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA). Dua pria berkewarganegaraan Liberia diringkus lantaran diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan dengan modus penjualan uang palsu atau yang dikenal dengan istilah black dollar (dolar hitam).
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengonfirmasi penangkapan kedua tersangka tersebut di Jakarta pada Kamis (26/3/2026).
"Betul, kami telah mengamankan dua orang pelaku WNA asal Liberia di sebuah unit apartemen di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Keduanya ditangkap terkait kasus penipuan dengan modus black dollar," ungkap Kompol Andaru.
Kedua pelaku yang diketahui berinisial SDT dan I tersebut diringkus tanpa perlawanan pada Rabu (18/3/2026) pekan lalu. Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan dan sedang dalam tahap penyidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat.
Sita Koper Berisi Bahan Pembuat 'Black Dollar'
Berdasarkan rekaman video penangkapan yang dirilis oleh Humas Polda Metro Jaya, proses penggerebekan dilakukan saat kedua pelaku tengah bersantai dan makan di dalam kamar apartemennya. Petugas langsung menunjukkan surat perintah penangkapan yang kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan di seluruh area ruangan.
Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sebuah koper. Saat dibuka, koper tersebut berisi satu bundel bungkusan berwarna cokelat yang diduga kuat merupakan material atau bahan dasar untuk membuat uang black dollar.
Sebagai informasi, kejahatan bermodus black dollar merupakan penipuan di mana pelaku menggunakan uang kertas yang dilapisi dengan cairan karbon hitam. Pelaku biasanya berdalih bahwa lapisan hitam tersebut digunakan untuk mengelabui pemeriksaan petugas Imigrasi dan Bea Cukai agar uang bisa diselundupkan masuk ke Indonesia, sebelum akhirnya menawarkan cairan kimia khusus dengan harga mahal untuk "mencuci" uang tersebut menjadi dolar asli.
Pihak kepolisian menyatakan akan segera merilis detail kronologi pengungkapan beserta total kerugian korban dalam waktu dekat.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengonfirmasi penangkapan kedua tersangka tersebut di Jakarta pada Kamis (26/3/2026).
"Betul, kami telah mengamankan dua orang pelaku WNA asal Liberia di sebuah unit apartemen di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Keduanya ditangkap terkait kasus penipuan dengan modus black dollar," ungkap Kompol Andaru.
Kedua pelaku yang diketahui berinisial SDT dan I tersebut diringkus tanpa perlawanan pada Rabu (18/3/2026) pekan lalu. Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan dan sedang dalam tahap penyidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat.
Sita Koper Berisi Bahan Pembuat 'Black Dollar'
Berdasarkan rekaman video penangkapan yang dirilis oleh Humas Polda Metro Jaya, proses penggerebekan dilakukan saat kedua pelaku tengah bersantai dan makan di dalam kamar apartemennya. Petugas langsung menunjukkan surat perintah penangkapan yang kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan di seluruh area ruangan.
Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sebuah koper. Saat dibuka, koper tersebut berisi satu bundel bungkusan berwarna cokelat yang diduga kuat merupakan material atau bahan dasar untuk membuat uang black dollar.
Sebagai informasi, kejahatan bermodus black dollar merupakan penipuan di mana pelaku menggunakan uang kertas yang dilapisi dengan cairan karbon hitam. Pelaku biasanya berdalih bahwa lapisan hitam tersebut digunakan untuk mengelabui pemeriksaan petugas Imigrasi dan Bea Cukai agar uang bisa diselundupkan masuk ke Indonesia, sebelum akhirnya menawarkan cairan kimia khusus dengan harga mahal untuk "mencuci" uang tersebut menjadi dolar asli.
Pihak kepolisian menyatakan akan segera merilis detail kronologi pengungkapan beserta total kerugian korban dalam waktu dekat.
Bagikan Artikel Ini: